Ramadan yang Berbeda

Selain kesempatan untuk mengumpulkan banyak pahala, highlight besar di setiap Ramadan adalah silaturahmi. Setiap akhir pekan, pasti ada minimal satu agenda untuk bertemu dengan teman-teman.

Mulai dari teman kantor sampai teman sekolah, pasti saling menyempatkan waktu untuk bertemu dan melakukan buka puasa bersama. Tapi Ramadan kali ini beda. Di tengah pandemi seperti rasanya semua itu mustahil dilakukan.

Kini tak ada lagi ramai pawai, lantunan ayat suci di masjid, dan berbagai hal khas Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Berat sekali rasanya, tapi ini demi kebaikan bersama. Ramadan kali ini jadi lebih sepi, tapi bikin lebih akrab dengan family.

Beruntung seluruh keluarga bisa berkumpul di rumah tumbuh kami ini. Meski kadang sibuk sendiri, setidaknya kami punya banyak waktu untuk dibagi. Mulai dari tarawih bersama di rumah, mencoba berbagai resep di internet, sampai menyulap ruang keluarga menjadi bioskop dadakan. Seru.

Ya. Selalu ada berkah di balik sebuah musibah. Meski demikian, semoga pandemi ini segera berlalu.

4 thoughts on “Ramadan yang Berbeda

  1. ramadan kali ini memang berbeda. tapi aku justru senang. baru pertama kali rasanya bisa menjalani ramadan full satu keluarga bersama, mulai dari sahur, buka, dan tarawih.

    1. jujur setuju bgt. biasanya pulang kerja udah malem bgt, ga sempet buka di rumah dll. tapi sekarang full di rumah, puasa bareng keluarga hihi. selalu ada hikmah di balik sebuah musibah ya mba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *